KEAJAIBAN

Namanya Ellie Lobel. Ia adalah wanita cerdas dan ceria yang hidup seperti orang kebanyakan. Namun suatu hari, hidupnya berubah karena hal kecil yang tak ia duga, dimana semuanya serasa berakhir akibat gigitan kutu.

Kejadiannya bermula ketika Ellie sedang berjalan-jalan di sebuah alam terbuka. Tiba-tiba, ia merasakan nyeri di kakinya. Rupanya, seekor kutu menggigitnya. Tapi ia tidak terlalu menghiraukannya. Sesampainya di rumah, ia mengoleskan krim kulit dan melanjutkan harinya seperti biasa.

Beberapa minggu setelahnya, Ellie merasa seperti terkena flu. Badannya lemas, pegal-pegal, dan mengalami demam ringan. Tapi setelah dua minggu, gejala itu menghilang. Ia pun melanjutkan aktifitasnya tanpa tahu bahwa sesuatu sedang berkembang diam-diam di dalam tubuhnya.

Bulan demi bulan berlalu, dan keadaan Ellie semakin memburuk. Tubuhnya terasa berat. Sendi-sendinya membengkak dan sakit. Ia mulai sulit bergerak, berbicara, bahkan makan pun menjadi susah. Ia merasa seperti terjebak di dalam tubuh yang perlahan-lahan mati.

Selama lebih dari satu tahun, para dokter mencoba mencari tahu apa penyakitnya. Ada yang bilang itu virus, ada yang menduga penyakit autoimun. Tapi tidak ada yang benar-benar bisa mengenali penyakit yang diderita Ellie.

Akhirnya, setelah cukup lama, barulah diketahui bahwa Ellie menderita penyakit Lyme, yaitu sebuah infeksi akibat bakteri dari gigitan kutu tertentu. Sayangnya, penyakit itu sudah menyebar ke sistem saraf dan otaknya. Ellie kehilangan kekuatan, kehilangan ingatan, bahkan kehilangan semangat hidup.

Dari usia 27 hingga 42 tahun, Ellie hanya bisa terbaring. Ia menolak bertemu orang, menolak keluar rumah, dan karena putus asa, iapun hanya menunggu akhir hidupnya.

Sampai suatu hari, ia memutuskan untuk menyerah. Ellie menghentikan semua pengobatan. Dokter memperkirakan waktunya sekitar 90 hari sebelum hidupnya benar-benar berakhir. Ia menerima kenyataan itu dengan berat hati karena tidak ada pilihan lagi.

Namun sebelum akhir dari kisah hidupnya tiba, Ellie meminta satu hal:

"Bolehkan aku duduk di taman? Aku hanya ingin merasakan matahari dan mendengar suara burung untuk terakhir kalinya."

Keinginannya dikabulkan. Ia dibawa keluar, duduk di sebuah kursi roda di bawah sinar matahari. Saat ia menikmati detik-detik terakhir dengan damai, tiba-tiba datang sekawanan lebah datang.

Lebah-lebah itu menyengat Ellie, mungkin sekitar puluhan kali. Ia berteriak, kesakitan, lalu kemudian pingsan. Dia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Jantungnya bahkan sempat berhenti berdetak.

Namun dua hari setelah kejadian itu, keajaiban terjadi. Ellie terbangun. Tapi kali ini berbeda. Ia tidak lagi merasa sakit. Ia bisa berdiri, bahkan mulai berjalan keesokan harinya. Dokter yang memeriksanya bingung. Apa yang terjadi?

Ternyata, racun lebah yang mengandung zat bernama melittin, yaitu senyawa alami yang mampu melawan bakteri penyebab penyakit Lyme. Tubuh Ellie seperti mendapat kejutan kuat yang membuat sistem imunnya kembali bekerja. Dalam waktu singkat, tubuhnya mulai pulih. Setelah 15 tahun terbaring dan menderita, Ellie akhirnya kembali seperti semula.

Sejak itu, ia mulai berbagi kisahnya. Dia belajar tentang terapi lebah, menulis, dan mengingatkan bahwa harapan itu selalu ada bahkan di saat tidak ada lagi peluang untuk berjuang. Meskipun ia tidak menyarankan orang lain mencoba terapi lebah sembarangan (karena bisa berbahaya bagi yang alergi), ia ingin semua orang tahu.

Kisah Ellie adalah pengingat bagi kita semua, bahwa Allah bisa memberi solusi dari tempat yang paling tak kita sangka. Jangan pernah putus asa. Karena di balik luka dan air mata, bisa jadi sedang Allah siapkan jalan keluar dengan cara-Nya sendiri.